Lalu benarkah menulis itu sulit ? Dulu saya pernah membaca review tentang suatu buku (sayangnya saya lupa judul buku dan nama penulisnya siapa). Buku tersebut membahas segala seluk beluk tentang dunia penulisan. Menurut si penulis buku, menulis itu ibarat sedang mendayung perahu. Seorang penulis harus pandai-pandai memainkan tempo dayungan dan di lain waktu si penulis juga tetap masih bisa menikmati suasana mendayung. Biarkan perahu itu bergerak lamban, tidak tergesa-gesa karena butuh waktu dan kesabaran agar bisa sampai ke tempat tujuan. Jika perlu, biarkan perahu itu yang menentukan sendiri jalannya. Biarkan perahu pikiran itu bergerak maju, mundur, berputar, atau bahkan berhenti sejenak.
A. Fatih Syuhud, seorang penulis blog (yang termasuk kedalam golongan seleb blog) berpendapat bahwa menulis itu butuh latihan. Latihan itu bisa dimulai dengan rajin menulis dengan teratur, semakin sering dan teratur semakin baik. Beliau juga menyebut tidak perlu mood dan ilham untuk memulai menulis. Salah satu trik menulis yang dia berikan adalah membaca blog orang lain lalu menanggapi postingan di blog tersebut lewat blog sendiri. Trik menulis lain menurutnya adalah diniatkan untuk tidak membuat tulisan yang terlalu panjang. Jika ternyata kemudian tulisannya menjadi terlalu panjang dan ditengah jalan kehilangan mood untuk melanjutkan, maka sebaiknya tetap dipublish dengan diakhiri tulisan “bersambung” agar pembaca blog tahu bahwa tulisan itu belum selesai. Trik paling penting yang beliau berikan menurut saya adalah hindari keinginan berlebih untuk membuat tulisan yang sempurna. Jika keinginan berlebih itu muncul maka yang bisa terjadi adalah bukan tulisan sempurna yang akan didapat tetapi tulisan tersebut malah menjadi tidak pernah dipublish karena selalu dirasakan belum sempurna oleh si penulis.
Tetapi menurut saya, menulis tetap saja adalah hal yang sulit, terutama bagi pemula seperti saya. Menulis buat saya adalah sama halnya seperti kita sedang berkomunikasi dengan orang lain. Keinginan untuk tampil sempurna itu pasti akan ada. Keinginan untuk selalu menjadi pembicara yang didengar juga pasti ada. Itu sebabnya kadang-kadang saya sering menunda-nunda untuk menulis sesuatu, padahal ide-ide tulisan selalu berkeliaran di pikiran saya. Agaknya pendapat Pak Fatih ada benarnya juga. Hambatan yang paling besar tidak timbul dari luar, tetapi dari dalam diri seorang penulis sendiri. Sepertinya saya memang harus berlatih lebih banyak agar menulis tidak menjadi hal yang sulit lagi
Catatan :
Terima kasih buat Pak Fatih atas semua triknya yang sangat bermanfaat. Di post-post terakhir ini benar-benar saya praktekkan triknya. Sekaligus 3 trik yang sudah saya praktekkan, yaitu : membaca blog lain dan mengomentari di blog sendiri, posting secara teratur, dan menyambung post menjadi 2 saat sedang kehilangan mood untuk melanjutkan.



June 5, 2009 at 9:19 am
Saya menyarankan kamu membaca Fifty Writing Tools karangan Roy Peter Clark dari Poynter Institute California. Ia adalah pelatih menulis besar. Roy telah mencetak banyak wartawan pemenang Pulitzer Prize, sebuah ajang penghargaan international di bidang jurnalisme. Bila kamu ingin, saya bisa kirim buku Fifty Writing Tools. Sebutkan email kamu.
Menulis akan menjadi mudah jika kamu mengetahui triknya.
June 9, 2009 at 3:25 pm
@ David
wah boleh juga tuh. tolong dikirim ke nubeeme[at]gmail.com ya…
thanks